Dewan juri Busan International Film Festival (BIFF) ke-31 pasang badan membela film The Assassin(s) yang sedang terjerat kontroversi sengit di Korea Selatan.
Para juri menegaskan bahwa film layar lebar harus dipandang sebagai sebuah karya ekspresi kreatif, alih-alih sebagai reka ulang sejarah atau pernyataan politik murni.