Perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic melobi Vatikan setelah berulang kali menyerukan pentingnya regulasi terkait keamanan dan keselamatan AI kepada seluruh dunia, memperingatkan bahwa kecerdasan AI dapat melampaui kecerdasan manusia.
Anthropic telah menjamu para ahli agama di seluruh dunia secara tertutup dan dirahasiakan berdasarkan perjanjian kerahasiaan atau Non-Disclosure Agreement (NDA) untuk meyakinkan mereka bahwa model AI dapat berpikir dan merasakan layaknya manusia.
Menurut laporan New York Times yang dikutip dari Futurism, perusahaan tersebut bahkan menargetkan Paus sebagai pemimpin agama agar menggunakan pengaruhnya untuk menyerukan kepedulian yang sama mengenai AI di masa depan.