Hacker atau peretas membobol sistem registrasi nasional Denmark dan mengakses informasi pribadi sekitar 8,8 juta orang. Data yang diakses secara ilegal tersebut mencakup nama, alamat, serta nomor identitas yang dikenal sebagai CPR.
Kementerian Urusan Digital Denmark mengungkap insiden tersebut pada Senin (5/10). Data yang terdampak termasuk milik orang yang telah meninggal dunia atau pindah ke luar negeri.
"Pengelola registrasi nasional (CPR) menemukan bahwa pihak yang tidak berwenang memperoleh akses ilegal, khususnya terhadap nama, alamat, dan nomor CPR sekitar 8,8 juta orang yang terdaftar," tulis kementerian tersebut, dikutip dari AFP, Senin (5/10).