Laporan terbaru dari perusahaan kecerdasan buatan (AI), Anthropic, memperkirakan bahwa teknologi AI dapat memicu kekacauan pemilu di negara-negara kawasan Asia Tenggara. Pasalnya, teknologi ini dapat dipakai untuk memproduksi berita palsu dan disinformasi secara masif di internet dan media sosial.
Laporan dari Anthropic pada bulan September mengungkap penggunaan Claude AI untuk menyebarkan pengaruh politik beberapa daerah pemilihan di Malaysia.
Melansir The Guardian, Kamis (1/10), AI telah digunakan untuk menciptakan platform manipulasi pemilu komersial dengan memanfaatkan sekitar 1.000 akun X, portal berita palsu bernama "Malaysia Pulse", serta serangkaian dokumen palsu.