Pemerintah telah menarik pembiayaan utang sebesar Rp494,3 triliun hingga 30 September 2026. Realisasi tersebut mencapai 59,4 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp832,2 triliun.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan realisasi pembiayaan utang masih sesuai rencana atau on track. Pemerintah mempertimbangkan kebutuhan kas negara serta perkembangan kondisi pasar keuangan domestik dan global dalam mengelola pembiayaan.
"Pembiayaan utang terjaga on track," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10).