Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon (NEK), Zulkifli Hasan (Zulhas), mengajak dunia usaha, investor, dan lembaga keuangan untuk mengambil peran aktif dalam menutup kesenjangan pembiayaan iklim nasional.
Ajakan itu disampaikan Zulhas pada ajang Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026. Langkah ini didorong melalui pemanfaatan lima mesin pertumbuhan hijau serta dua pintu utama investasi, yakni ekosistem pasar karbon/NEK dan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Pemerintah menekankan urgensi keterlibatan sektor swasta dan mitra internasional, karena APBN diproyeksikan hanya mampu menopang sekitar 30 persen dari total kebutuhan pembiayaan aksi iklim.