Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan perekonomian Indonesia tidak akan sanggup bertahan dalam jangka panjang apabila terus-menerus mengandalkan ekspor komoditas mentah tanpa sentuhan teknologi dan hilirisasi.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan ketergantungan pada penjualan bahan mentah terbukti mengikis pangsa pasar Indonesia di tingkat global sangat dalam beberapa dekade terakhir.
Amalia mencontohkan sejarah kelam kemunduran sejumlah komoditas unggulan Nusantara di pasar dunia. Pada 1927, Indonesia sempat menguasai 37 persen pangsa ekspor karet dunia, 10 persen gula, dan 16 persen teh.