Inovasi ramah lingkungan kembali hadir di dunia pendidikan tinggi Indonesia. Politeknik Negeri Semarang (Polines) mengembangkan bus shuttle listrik dengan sistem hidrogen auxiliary yang ditujukan bagi kebutuhan transportasi kampus, sektor pariwisata, serta kawasan industri.
Ketua Tim Inventor Teknologi, Prof. Ir. Yusuf Dewantoro Herlambang, di Semarang, Jumat (9/10), menjelaskan teknologi ini memadukan penggerak utama berbasis baterai dengan dukungan PEM (Proton Exchange Membrane) Fuel Cell Hydrogen guna memasok kelistrikan tambahan.
"Polines mendapat hibah dari Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yaitu dalam skema sinergi untuk membangun sebuah bus listrik fuel cell hidrogen," ujar Yusuf mengutip Antara Jateng, (12/10).