Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah terbuka mengimpor minyak mentah dari negara manapun asalkan efisien, menguntungkan negara, dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat ditanya mengenai potongan harga minyak mentah yang diberikan Arab Saudi kepada pembeli di Asia untuk pengiriman November 2026.
"Bagi kita adalah dari manapun sumber minyaknya, selama itu efisien untuk kebaikan negara, dan tidak melanggar aturan, maka itu akan menjadi prioritas negara," ujar Bahlil usai menghadiri Rakernas III Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Tahun 2026 di Jakarta, Senin (12/10).